LPK. Aishiro Gakuen

Media pembelajaran

Media pembelajaran

Kunjungan dari perusahaan Jepang

Beberapa waktu lalu LPK. Aishiro Gakuen mendapatkan kunjungan dari perusahaan Penyalur tenaga kerja dari Jepang bernama Sharagri atau シェアグリ. Sharagri adalah perusahaan yang berkecimpung dalam industri pertanian, distribusi, dan pengolahan hasil pertanian. kunjungan itu di wakili oleh saudari Kiki, beliau adalah orang indonesia yang bergabung dan bekerja di Sharagri selama lebih dari 5 tahun sebagai penghubung antara perusahaan jepang dan penyedia tenaga magang(LPK) di indonesia. Dan saudara Edo sebagai peserta eks-magang Jepang di pertanian. Dalam kunjungannya, saudari Kiki membawa misi untuk meningkatkan kerjasama dan peningkatan jumlah tenaga magang(trainee) untuk Jepang yang lebih berkwalitas. Berkwalitas dalam ilmu berbahasa jepang, sikap dan disiplin, serta kesiapan fisik para calon tenaga magang. Sehingga diharapkan para calon peserta magang sebelum berangkat ke Jepang sudah dibekali dengan pengetahuan yang cukup dalam bahasa jepang, dengan standar N5 atau N4. Dalam kesempatan itu pula Sharagri sebagai perusahaan penerima tenaga magang menjelaskan bagaimana prospek dan kebutuhan akan tenaga magang di Jepang yang masih tinggi. Seiring dengan dibutuhkannya SDM dari Indonesia, Sharagri yang diwakili oleh saudari Kiki-san menjelaskan pula tentang beberapa banyak hal untuk para calon peserta magang. Diantaranya tentu, salary yang lebih tinggi dibandingkan dengan indonesia, hingga 950Yen per jam. Perhitungan upah lembur yang tinggi, dan bonus hasil penjualan dan persemester, lingkungan kerja yang kondusif sesuai musim. Dengan itu diharapkan agar kerjasama bersama LPK aishiro mampu memberikan suplai SDM yang ada. industri pertanian tetap berjalan, kerjasama peserta magang terlaksana dan peningkatan ekonomi bagi para peserta magang.  :sda  

Media pembelajaran

Rahasia Sukses Bos Jepang !

Dahulu kala, orang Jepang sering dijuluki dengan “les marchands des transistors” (pedagang transistor) oleh De Gaulle. Tapi sekarang lain lagi ceritanya, “seloroh” itu tidak berlaku lagi karena kini mereka bukan hanya juara dunia dalam teknologi hi-fi, tetapi juga dalam teknologi microprocessor, mobil, bio-industri dan teknologi tinggi lain. Bukan itu saja, dalam sepuluh tahun terakhir produksi Jepang meningkat jauh dua kali lebih cepat dibandingkan Amerika Serikat. Tentu kita ingin tahu apa rahasia sukses bos jepang ini meraih sukses. Berikut rahasia meraka: Akio Morita   Adalah Akio Morita, pendiri perusahaan Sony. Seorang penggemar olahraga golf. Walkman lahir lewat tangan dinginnya karena dia pernah berpikir, “Sebaiknya ada sebuah alat kecil yang bisa mengeluarkan suara. Kini dia berumur sekitar enam puluhan tahun, berambut putih dengan mata hampir kuning dan berbagan kurus. Namun semangatnya seperti remaja berusia dua puluh lima tahun. Rumahnya terletak di daerah kedutaan di pinggir Tokyo. Rumah tersebut bertingkat, lengkap dengan kebun dengan sebuah kolam renang. Walaupun dia seorang boss Jepang yang berpikiran Barat, namun ia tetap menjalani hidup sederhana dan memegang teguh tradisi keluarga Jepang pada umumnya. Yang hebatnya, Akio Morita selalu tiba di kantornya tepat setiap pagi pukul delapan. Ia juga selalu memakai seragam yang sama dengan seragam anak buahnya, walaupun jas luarnya made in Inggris. Ini sekedar ingin menunjukkan semangat demokratis, ciri-ciri dan harga diri setiap perusahaan Jepang. Akio Morita mendirikan perusahaan Sony pada tahun 1947. Dia memasarkan transistor pertama, televisi berwarna pertama, dan tidak ketinggalan walkman pertamanya. Saat ini perusahaan sudah sangat maju dan mengekspor 70% dari setiap produknya. “Tujuan utama ekspor kami adalah ke seluruh dunia,” katanya bersemangat. Inilah kunci majunya teknologi Jepang. Selalu didorong oleh semangat dengan penuh kesadaran dan rasa kebanggaan. Awalnya, orang Barat mengejek bahwa orang Jepang hanya bisa membuat sepeda dengan roda tak bisa berputar. Juga setiap arloji buatan Jepang tidak bisa dipercaya. Namun, tidak sampai dua generasi semua bualan barat itu sirna. sebagai buktinya, sebuah karikatur pada tahun tigapuluhan pernah menunjukkan gambar seorang pemburu tengah menyandang sepucuk senapan, yang ketika picunya ditarik maka larasnya tergambar menggembung dan muncul cap-nya: made in Japan (buatanJepang). Tetapi beberapa puluh tahun kemudian, tiba-tiba orang Jepang menjadi bangsa yang tergila-gila pada perlombaan matematika dan fisika. Ujian-ujian di berbagai universitas penuh dengan persaingan yang menghasilkan cikal bakal orang-orang berpikiran maju. Ini ditunjukkan oleh jejak kaki para direktur yang sukses Di Pusat Penelitian Sony dicetakkan di atas tanah, layaknya  jejak kaki para bintang Hollywood di studio MGM. nah itu tadi adalah rahasia sukses bos jepang yang datang dari Akio Morita.

Media pembelajaran

Memakai Yukata

Pada hari Kamis, tanggal 9 Maret kemarin, LPK Aishiro Gakuen mendapatkan kesempatan untuk belajar cara memakai Yukata dari Onishi Miho-san. Yukata  (浴衣) sendiri menurut Wikipedia adalah  adalah jenis kimono yang dibuat dari bahan kain katun tipis tanpa pelapis. Dibuat dari kain yang mudah dilewati angin, yukata dipakai agar badan menjadi sejuk di sore hari atau sesudah mandi malam berendam dengan air panas. Pakaian ini lebih casual atau tidak formal daripada kimono , sehingga hanya dipakai untuk kegiatan sehari hari saja. Penggunakan dalam kegiatan yang formal dan resmi dianggap tidak sopan.  

LPK Aishiro Gakuen Semarang
Pusat Pelatihan Kerja Magang Jepang Terbaik.

Translate »
Scroll to Top