LPK. Aishiro Gakuen

Berita Terkini

Berita Terkini

Orang Jepang dan prinsip 5-S Terdapat banyak tatanan sopan santun yang didefinisikan sebagai sopan, kasar dan tidak sopan. Bahkan bahasa Jepang memiliki kata – kata yang mana merupakan kata – kata sopan atau formal, tidak begitu formal atau informal. Kebiasaan formal merupakan sebuah keharusan dan kebiasaan informal merupakan hal yang dapat diterima dalam sebuah lingkar pertemanan ataupun keluarga. Umur dan senioritas juga didefinisikan sebagai contoh dari kebiasaan atau tata krama. Sebagai contohnya tidak menggunakan bahasa formal dirasa merupakan suatu tindakan kurang bila berbicara dengan orang yang lebih tua ataupun senior dan atasan. Jarang meninggikan suara (setidaknya di ruang publik) dan tidak malu untuk meminta maaf. Kemudian jika anda melihat antrian untuk apapun itu, seperti  antrian untuk tiket, toko makanan, atau bahkan toilet jarang sekali anda temukan orang yang memotong antrian. Mereka beranggapan bahwa jika mereka memotong antrian maka akan memberikan ketidaknyamanan pada yang lain. Tindakan arogansi dan keteledoran juga jarang sekali terlihat pada orang Jepang. Yang paling sering adalah kita di sapa dengan wajah tersenyum. Mengapa mereka bisa sedisiplin itu? Ternyata kebiasaaan sejak kecil untuk disiplin dan bertanggung jawab sudah ditanamkan. Dimulai dari hal – hal sederhan seperti makan di meja makan, menyikat gigi sendiri dan tidur di kasur mereka sendiri. Dengan demikian mereka terlatih untuk disiplin dan mandiri sedari kecil. Sistem pendidikan mereka pun tidak melulu mengejar nilai, namun lebih menanamkan budi pekerti sejak dini sehingga sopan santun dan tata krama mereka ketika dewasa sudah secara otomatis tertata.  Mungkin karena inilah Jepang mempunyai metode yang disebut dengan 5-S. Seiri , yang artinya kerapian seperti membuang semua benda yang tidak terpakai seperti barang bekas dan sampah dari tempat kerja Seiton, berarti berurutan atau sesuai aturan. Setiap benda pasti memliki tempatnya sendiri, sehingga ketika setelah digunakan maka langsung dikembalikan kembali ke tempatnya. Dengan melakukan hal ini, seseorang akan lebih mudah untuk menemukan kembali barang yang dicarinya. Seiso, yang artinya kebersihan, seperti tempat kerja yang harus bersih. Setiap orang harus membersihkan tempat kerja mereka dan menjaga kebersihan. Seiketsu, atau standardisasi seperti tata cara menjaga kebersihan yang harus memiliki tingkatan atau standar tersendiri. Hal ini membantu untuk menjaga  keseragaman. Shitsuke yang berarti kedisiplinan terhadap 4-S sebelumnya. Mengikuti dan menerapkannya pada kegiatan sehari – hari.

Berita Terkini

Semangat Baru Belajar di Gedung Baru

Mulai 15 Juli 2019, para siswa baru sudah bisa menempati gedung baru. Letaknya kisaran 200 m dari LPK pusat. Tepatnya di Jl. Palebon VI/ 05, Pedurungan, Semarang. Gedung baru ini juga digunakan untuk asrama, siswa  bisa tinggal di LPK sepaya efisien, dan ngirit. Tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk indekost.  

Berita Terkini

Kebudayaan dan tradisi Jepang

5 Budaya unik dan menarik dijepang 1. origami origami merupakan seni melipat kertas dari jepang yang terkenal di dunia. origami berasal dari kata “ori” yang artinya lipat, dan “gami” yang artinya kertas. origami ini sangat menarik apalagi untuk kalangan anak-anak, kita bisa membuat berbagai macam bentuk benda hanya dengan selembar kertas, dengan warna-warni kertas semakin mempercantik hasil karya dari origami tersebut, tak heran banyak turis asing yang datang ke jepang untuk belajar origami.   2. Ikebana Ikebana adalan kesenian merangkai bunga yang berasal dari Negara Jepang. Di negara Jepang bunga adalah hal yang istimewa, meraka selalu meletakan bunga yang sudah diangkai di altrar utama. Orang jepang percaya bahwa bunga adalah tempat bersembayam tuhan. Awalnya dalam pembuatan bunga sangatlah sederhana, namun saat ini pembuatan bunga semakin sulit dan kompleks dan di butuh pembelajaran keahlian dalam pembuatannya. Mereka menggunakan berbagai macam bunga dan dikombinasikan secara menarik sehingga memiliki nilai estetika yang tinggi.   3. Geisha   Geisha merupakan seniman penghibur tradisional di Jepang. Geisha ini sudah muncul sejak abad 18, Sebutan lain untuk “Geisha” adalah “Geiko” dan “Maiko”, Geiko nerupakan sebutan untuk Geisha dan Maiko sebutan untuk geisha pemula dan hanya dipakai di daerah kyoto saja. Namun dijaman sekarang ini geisha ini sudah agak menurun, masih ada sebagian orang jepang yang masih mempertahankan kebudayaan jepang yang satu ini. Geisha secara tradisional dilatih sejak muda, mereka dilatih dirumah-rumah Geisha (atau disebut Okiya), umumnya Geisha berasal dari keluarga-keluarga miskin Awalnya mereka dipekerjakan sebagai pembantu kemudian baru sebagai asisten senior Geisha pemilik rumah sebagai bagian latihan mereka dan untuk membantu biaya kehidupan mereka. Menjadi seorang Geisha sekarang sudah bersifat sukarela. Sekarang, paling banyak Geisha mulai pelatihan mereka saat masih umur belasan. 4. Upacara minum teh   Upacara minum teh (茶道 sadō) adalah ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. Cara dalam menyajikan teh tersebut tidak asal ditungkan, melainkan terdapat seni yang berarti luas dan dapat mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang dianut. 5. Sumo Sumo (相撲 sumō) adalah olahraga saling dorong antara dua orang pesumo yang berbadan gemuk sampai salah seorang didorong keluar dari lingkaran atau terjatuh dengan bagian badan selain telapak kaki menyentuh tanah di bagian dalam lingkaran. Pesumo (rikishi) perlu berbadan besar dan gemuk karena semakin tambun seorang pegulat sumo semakin besar pula kemungkinannya untuk menang. Sumo adalah olahraga asli Jepang dan sudah dipertandingkan sejak berabad-abad yang lalu. Di beberapa negara tetangga Jepang seperti Mongolia dan Korea juga terdapat olahraga gulat tradisional yang mirip-mirip dengan sumo. Sampai sekarang Sumo menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk datang ke Jepang.  

LPK Aishiro Gakuen Semarang
Pusat Pelatihan Kerja Magang Jepang Terbaik.

Translate »
Scroll to Top